Rabu, 21 Mei 2014

Naik Pesawat Saat Hamil

Asslamualaikum Beautiful,

Pengen sharing dikit nih soal kehamilan. Ya as you know, alhamdulillah saya lagi hamil yang kedua.. dan sekarang sudah menginjak usia kandungan 30 minggu. Badan udah mulai berat dibawa kemana mana dan tulang belakang rasanya sakiiittt sekali kalo abis duduk ditempat keras. Tapi semua itu gak mengendurkan keinginan saya untuk berlibur. Well I mean, I need a last holiday before labor, right?? Dan kebetulan alhamdulillah Ibu saya mengajak kami untuk jalan jalan ke Malaysia. woohooooo.. my favorite place to go for holiday.. Eh tapiii, ke Malaysia kan naik pesawat.. Masih boleh gak yaaa??

12/05/2014
So I went to the doctor for monthly check up.. Alhamdulillah si Princess is fine and healthy.. beratnya juga udah 2 kg di usia kehamilan 30 minggu ini.. lumayan yaaa.. dan setelah dokter cek ini itu, saya pun memberanikan dini untuk minta surat rekomendasi dokter supaya bisa terba (lagi). Setelah sebelumnya saya sudah minta surat tersebut untuk perjalanan umroh dan ke Malaysia juga waktu kandungan 20 minggu-an. Dokter awalnya mesam mesem aja, "Ibu perut udah besar begini mau kemana lagiiii? boleh sih, asal ya seperti biasa pesan pesan saya.. (titik dua)

  • Datang ke bandara lebih awal 1-2 jam sebelum waktu terbang, ini untuk menghindari terlalu terburu buru di bandara
  • Jangan mengangkat yang berat berat
  • Tidak usah bawa tas, atau minta bawakan saja tasnya
  • Pakai alas kaki yang paling nyaman
  • Waktu jalan, usahakan jangan sampai terlihat lemah (nanti gk diijinin terbang sama maskapainya)
  • Bawa obat untuk kontraksi kalau kalau tiba-tiba mules dan kontraksi
  • Jangan capek capek
And I said, okay Doc! noted.. dan surat itu pun diberikan.. Alhamdulillah.. 

18/05/2014
Today is the day berangkat ke KL.. ya memang ini bukan kali pertama untuk saya terbang disaat hamil.. tapi tetep saja segala sesuatu harus disiapkan. Packing juga seperlunya dan gk terlalu bawa banyak baju, packing pun dibantuin sama asisten. Alhamdulillah dirumah ada 2 asisten rumah tangga yang sudah mengerti seluk beluk tiap kali mau traveling.. yang satu urus keperluan Kenza, yang satu lagi sudah bisa diandalkan untuk urus kebutuhan saya. 

Kami pun berangkat menuju bandara pukul 06.00 karena flight kami pukul 09.05. Sampai di bandara sekitar pukul 07.00. Masih banyak waktu untuk check in, kemudian sarapan, sampai akhirnya boarding. Pas check in, surat rekomendasi dokter gak ditanya oleh petugasnya. Begitupun saat boarding. Hanya waktu sudah dipesawat saja, pramugarinya menanyakan saya sedang hamil berapa bulan, ada surat dokter atau tidak, lalu ok.. I'm good to go and we're fly to KL. 

Perjalanan ditempuh kurang lebih 2 jam.. selama dipesawat, ya saya lumayan gelisah duduknya karena pegeeelllll banget.. hahaha.. serong kiri, serong kanan serba salah deh pokonya.. untuk Kenza tidur sepanjang perjalanan, dan emang dipangku sama Apapnya aja sih.. saya pun gak bisa tidur karena kaki pegel geremet gitu lhooo rasanya.. pengen lurusin kakii bangett.. 

Nah, alhamdulillah udah ada pemberitahuan dari pilot pesawat bahwa sebentar lagi akan landing.. Tips lain ketika akan landing, tips ini saya dapet dari Uni Ria Miranda dan selalu saya inget.. Pas pesawat sudah mau landing, before it touches the ground.. angkat sedikit bokongnya, supaya gak merasakan "bantingan" ketika pesawat nyentuh tanah. Karena kadang berasa sekali kan ya hantamannya.. jadi lebih baik angkat sedikit pinggul/ bokongnya.. and we're landed safely at Kuala Lumpur International Airport 2 or KLIA 2. Airport baru yang jalannya jauuhhhhh bgt dari tempat turun ke immigration check dan bagage claim nya.. hoossshhh hoosssshhhhhhhh.. 

18-20/05/2014
Selama di KL, kami cuma jalan jalan mal to mal aja.. gak ada outdoor activity yang gimana banget.. dan untuk menghindari kelelahan, saya pun dipinjamkan (sebenernya kita yang sengaja minjem sih) kursi roda di tiap mal.. jadi saya jalan jalannya sambil didorong di kursi roda.. yang dorong? ya Apap doooong.. kadang2 juga adik saya.. 

20/05/2014
Time to go hoooomeeeee... yak langsung aja ke bagian menegangkannya yaaa.. Jadi begini, seperti proses boarding seperti biasanya.. setelah check in kita kan ke boarding room ya.. untuk nunggu naik pesawat. Waktu check in, lagi lagi saya gak dimintain surat rekomendasi dokter. Tapi, pada saat mau naik pesawat, petugas daratnya meminta saya untuk menunjukan surat rekomendasi dari dokter, dan saya tunjukan surat yang sama yang saya sudah tunjukan ketika berangkat tanggal 18 Mei. Mereka baca dan tanya berapa usia kehamilan saya.. saya jawab 30 minggu.. kemudian mereka memberi saya surat pernyataan yang harus saya tanda tangani. Ya isi suratnya intinya pihak maskapai LA tidak bertanggung jawab apabila sesuatu terjadi, bla bla bla bla.. ok, saya tanda tangani kemudian petugas tadi membolehkan kami masuk ke pesawat. 

Waktu saya sudah duduk, sudah pakai seatbelt, semua penumpang juga sepertinya sudah masuk.. kemudian ada pramugari mendatangi saya, lagi lagi untuk meminta surat dokter.. ya saya kasih lah ya.. kemudian surat itu pun dia bawa ke depan.. yaaaang kemudian dia balik lagi ke saya, bilang kalo surat dokternya sudah tidak valid, karena peraturan maskapai LA ini, surat dokter maksimal berlaku cuma 3 hari saja. Loh???? teruss??? saya diminta untuk bikin surat baru.. Maksudnyaa????? saya disuruh turun dari pesawat dan pergi ke klinik.. sementara pesawat sudah waktunya take off.. Pas saya berusaha konfirm soal letak kliniknya, mereka pun gak yakin letaknya dimana.. trus apa saya harus terkatung katung apa gimana sih? saya pun insist gak mau turun dari pesawat.. Lalu datang lah petugas darat maskapai ini, awalnya dia berbicara bahasa melayu dengan cepat sekali dan saya sama sekali gak mengerti apa yang dia bicarakan.. and I said, "I don't understand what u said, please in English". Yang kemudian dia menjelaskan lagi bahwa surat dokter yang saya punya itu sudah tidak valid karena dibuat pada tanggal 12 Mei 2014 sementara hari ini tanggal 20 Mei.. jadi sudah 8 hari setelah surat ini dibuat.. dan tetap mereka meminta saya turun dari pesawat dan catch the next flight yang ketika saya tanya, "When is the next flight?" they said, "tomorrow morning" iiissshhhhh heellooooowwww.. 

Mereka juga bilang, "I will take care for ur hotel and ticket Mam, we just need you to get off the plane because the captain already said so.. he wont fly this plane unless you off the plane.." again I make sure the location of the clinic that I should go to, and again they're not sure.. and I said, "Listen, just listen carefully gentleman.. I'm okay, my baby is okay, I'm fine.. I just want to go home right now with this plane with my whole family.. I have a toddler that impossible to be away from.." Mereka pun tetap mendesak untuk saya tetap turun dari pesawat.. akhirnya saya berargumentasi lagi.. bahwa surat itu dibuat pada tanggal 12 Mei 2014, kalo memang berlakunya maksimal 3 hari.. harusnya saya sudah tidak diijinkan terbang pas di Jakarta dong, karena saya baru terbang ke KL tanggal 18 Mei.. 6 hari setelah surat itu dibuat.. tapi kenyataan pada saat itu kan gak ada masalah.. kalo mau mempermasalahkan ya harusnya dari awal keberangkatan.. Saya juga sebagai penumpang tidak tahu adanya regulasi ini.. kan jadi bingung kalo tiba2 gak boleh pulang.. aneh banget.. kemudian saya pun mengajukan syarat, "okay fine kalau memang saya harus turun dari pesawat.. I want all of my family go with me.. kami semua 7 orang.. dan barang kami dibagasi kami ambil lagi.." Kemudian mereka pergi, kayanya sih ngomong ke pilotnya.. trus saya denger suara pintu pesawat ditutup, dan pengumuman dari pramugari yang meminta maaf atas keterlambatan waktu terbang dikarenakan masalah operasional.. So I guess that's okay then.. Alhamdulillah... saya pun bisa pulang bersama keluargaaaa.. fiuhhhhhh.. lumayan bikin tegang dan stressss.. tapi alhamdulillah beresss.. 

jadi gitu deh buibuuuu sharing saya.. mudah2an bermanfaat.. jadi mungkin tipsnya, kalo mau terbang saat hamil.. bikin surat rekomendasi dokternya mepet mepet aja waktunya sama tanggal berangkat.. untuk menghindari kasus seperti saya.. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar